Selanjutnya dari data tersebut akan dikumpulkan dan dilakukan analisa. Serta dievaluasi bagaimana sistem keamanan dan permasalahan apa yang bisa segera ditindaklanjuti. Untuk diselesaikan secara bersama-sama baik oleh Polsek, Camat, Kades, Koramil, para tokoh dan unsur masyarakat.
Kapolres menyampaikan, bahwa dari data yg valid tersebut maka selanjutnya akan diterapkan konsep Problem Oriented Policing (Pemolisian Berorientasi pada Permasalahan yang dihadapi). Guna efektifitas dalam pelaksanaan tugas Polsek/Polres. Sehingga upaya maupun tindakan kepolisian yang dilaksanakan lebih tepat sasaran. Sesuai permasalahan yang dihadapi oleh wilayah tersebut.
Disamping itu, data permasalahan yang telah dianalisa tersebut, dilakukan pemetaan, dan kemudian Bhabinkamtibmas, Kapolsek, dan Kapolres akan melakukan kegiatan temu warga dalam program TABIK PUN (sinergiTAs pemBInaan Kamtibmas Polri dan UNsur Masyarakat). “Guna memberikan solusi penyelesaian masalah yang dihadapi,” ujarnya .
Dalam Safari Kamtibmasnya ke wilayah Sungkai Utara itu, Kapolres beserta rombongan menggunakan kendaraan bermotor roda dua (R2). “Menggunakan ranmor R2 dimaksudkan agar lebih memudahkan kita untuk menjangkau warga/saudara kita yang tinggal di daerah pedalaman. Serta mengenal lebih jelas situasi dan kondisi lapangan,” ujar alumni Akpol 2002 itu.
Kedepan diharapkan, warga masyarakat semakin berperan aktif dalam hal pemeliharaan Kamtibmas. “Dengan menjalin Silaturahmi serta memberikan informasi yang diperlukan kepada Polri,” tuturnya.
Turut hadir pada kegiatan yang bertempat di Balai Adat Desa Negeri Sakti tersebut. Para unsur pimpinan kecamatan setempat.





Lappung Media Network